Sudarmono Gagal Edarkan Sabu di Rumah

Foto: Ilustrasi. (*)

MUARA ENIM – Merasa aman dan lepas dari incaran polisi, membuat pelaku pengedar narkotika jenis sabu-sabu besar kepala. Setidaknya itulah yang dirasakan Sudarmono (34) warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.

Pasalnya, setelah beberapa kali lolos dari kejaran petugas, pelaku akhirnya berhasil ditangkap ketika sedang mengedarkan narkoba di rumahnya pada 13 Januari lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Penangkapan pengedar narkoba tersebut berawal anggota Satreskrim Narkoba Polres Muara Enim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di lokasi penangkapan sering terjadi transaksi narkoba. Lalu anggota melakukan penyelidikan dan hasilnya informasi tersebut ternyata benar.

Kemudian, anggota meninjau ke lokasi dan ketika sampainya di lokasi anggota melihat sosok laki-laki yang gerak-geriknya mencurigakan dan langsung diamankan. Setelah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan, dari tangan pelaku berhasil ditemukan barang bukti diduga narkotika dan langsung diamankan di Mapolres Muara Enim guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim, AKBP Aris Rusdiyanto melalui Kasat Narkoba, AKP Burnani, membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka Sudarmono yang diduga sebagai pengedar narkoba bersama barang buktinya 40 paket narkotika jenis sabu seberat 23,02 gram, satu lembar tisu warna putih, satu buah dompet warna biru putih, satu buah dompet warna Hitam, dua buah plastik klip bening, satu buah timbangan digital, satu buah skop plastik warna ungu, dan satu buah handphone merek Vivo warna biru.

“Saat ini untuk barang bukti telah dibawa ke Bidlabfor Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Burnani.

Terpisah, pelaku mengaku, dirinya mengedarkan sabu-sabu sudah lima bulan. Untuk transaksi sendiri, dilakukan via telepon dan sepakat untuk bertemu di suatu tempat yang disepakati, yakni di hutan atau kebun.

“Keuntungan hasil menjual sabu-sabu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan lepas pakai,” katanya, saat diinterogasi penyidik.

Untuk sabu-sabu yang dia edarkan didapat dari rekannya berinisial LI. Setiap kali transaksi, dirinya bersama rekan bisnisnya itu sepakat untuk bertemu. Dan sabu-sabu yang ia beli dipecah menjadi paket ukuran sedang dan kecil.

“Setiap kali transaksi, ada uang ada barang. Setelah sabu dibeli kemudian dipecah kembali berbagai ukuran paket,” terangnya. (seg)