Puskesmas Semendawai Timur Lakukan Fogging

FOGGING : Tampak pegawai puskesmas saat melakukan Fogging di pondok pesantren wilayah Kecamatan Semendawai Timur. FOTO : DWIRATNO/OKUTPOS. (*)

OKU TIMUR – Awal tahun 2022 Puskesmas Burnai Mulya melakukan fogging di desa yang terdapat kasus DBD. Kemudian untuk mencegah masyarakat terkena DPD sehingga pihak Puskesmas langsung melakukan tindakan Fogging. 

Dewi Risma SKM Kepala Puskesmas Burnai Mulya mengatakan, setelah pihaknya menerima laporan adanya pasien yang terindikasi penyakit DBD, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan kepada pasien. Apakah terindikasi DBD atau tidak.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di lap, ternyata warga Desa positif menderita DBD. Maka kita langsung terjun ke lokasi rumah korban dan melakukan Fogging dari rumah penderita DBD hingga 100 meter dari rumah pasien,” jelasnya.

Menurutnya wilayah Semendawai Timur terdapat 1 kasus kasus DBD di Karang Melati Kecamatan Semendawai Timur. Kemudian dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah, agar tidak terjangkit penyakit DBD. 

“Kalau masyarakat sudah berperilaku hidup sehat maka warga akan terbebas dari penyakit DBD, kemudian pencegahan yang lain bisa dilakukan dengan pemberian bubuk abate di tempat air, hal ini bertujuan untuk membunuh jentik nyamuk,” jelasnya. 

Kemudian menurutnya nyamuk senang bersarang dan berkembang biak di genangan air yang bersih, maka di harapkan kepada masyarakat untuk selalu membuang benda yang berpotensi menimbulkan genangan air yang di gunakan nyamuk untuk berkembang biak.

“Tentunya jika masyarakat mengerti bagaimana cara melakukan pencegahan terhadap penyebab terjadinya korban DBD, maka hal tersebut sangat membantu tugas pemerintah dalam melakukan pencegahan sejak dini,” imbuhnya.

Karena jika di suatu daerah sudah terdapat korban DBD pihak dinas kesehatan segera melakukan Fogging untuk mencegah penyebaran Virus DBD itu sendiri.

“Maka kita berharap kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, yang dapat menimbulkan potensi penyakit DBD,” tandasnya. (dira)