Peparprov III OKU Ditutup, NPCI Sumsel : Semoga Kabupaten OKU Dicontoh Kabupaten Lain

Kontingen Ogan Ilir menerima tropi tetap karena tiga kali berturut menyabet juara pertama Peparprov Sumsel. Foto : mustofa/okes.co.id

Bacaan Lainnya

OKES.CO.ID, OKU – Peparprov Sumsel III yang digelar di Oku, resmi ditutup, Sabtu (11/12). Kepala Dinas Pemuda Olahraga Sumsel, H A Yusuf Wibowo menutup secara resmi mewakili Gubernur Sumsel, H Herman Deru di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU.

Selama sembilan hari, 13 kontingen dari 17 kontingen asal Sumsel bertanding di kabupaten OKU. Empat kontingen tidak mengutus. Yakni, Muratara, Empat Lawang, Pagar Alam dan OKU Selatan.

“Insya Allah Peparprov IV di Lahat, semua kontingen 17 Kabupaten/Kota ikut semua,” ujar Kadispora Sumsel, saat sambutan sebelum menutup Peparprov Sumsel III di Kabupaten OKU.

Dirinya berpesan kepada seluruh dinas di Sumatera Selatan, agar akses untuk difabel dibuat. Karena, kesetaraan semua warga.

“Kita harus berbenah. Mulailah dari sekarang membuat fasilitas akses untuk difabel,” pesannya.

Plh Bupati OKU, H Edward Candra mengatakan, selama Peparprov sebanyak 800 atlet tumpah di Bumi Sebimbing Sekundang. Dirinya menilai, semua atlet NPC kontingen yang hadir, merupakan juara.

“Semua yang ikut paralympik adalah juara. Karena sudah memberi inspirasi kepada semuanya, dan mampu menembus keterbatasan,” jelasnya.

Pada Peparprov III, juara umum 1 diraih Ogan Ilir dengan total 55 medali dengan perolehan 28 emas, juara kedua Muara Enim total 69 medali dengan perolehan 25 emas, juara ketiga Musi Rawas total 54 medali dengan peolehan 24 emas.

Sementara kabupaten OKU memenuhi target capaian. Yakni, menduduki peringkat VII total 47 medali dengan perolehan 17 emas. Peringkat ini naik dua tingkat dari Peparprov II Prabumulih yang nangkring di peringkat IX.

Ketua NPC Sumsel, Ryan Yohwari mengapresiasi Kabupaten OKU yang menyelenggarakan Peparprov III. Dirinya juga salut dengan NPC Kabupaten OKU, karena murni mengoptimalkan atlet lokal.

“NPC OKU sangat sportif sebagai tuan rumah. Sebab, atlet asli warga OKU yang dimaksimalkan. Terimakasih kepada Kabupaten OKU. Mudah-mudahan dicontoh kabupaten lain. Sehingga melahirkan atlet yang bermartabat,” tegasnya. (stf)

Pos terkait