Ngajak Istri Orang Menikah, Ya Begini Akibatnya…

Foto: Ilustrasi. (*)

GARUT – Kepolisian Sektor Pasirwangi, Resor Garut menangkap seorang pemuda berinisial AN (25) karena diduga melakukan aksi pembacokan terhadap HI (32). Aksi tersebut dilatarbelakangi emosi pelaku terhadap korban yang mengajak nikah dan meminta menceraikan pelaku penganiayaan.

Kapolsek Pasirwangi, AKP Abusono menjelaskan bahwa aksi penganiayaan terjadi pada Selasa (11/1) malam sekitar pukul 19.00 di Desa Padaasih, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban HI diketahui dianiaya AN menggunakan golok hingga mengalami luka di bagian wajah sebelah kiri.

“Korban melaporkan apa yang dialaminya kepada kami pada Rabu (12/1). Sorenya, sekitar pukul 17.00, saya bersama anggota unit reskrim langsung mencari tempat kejadian perkara dan mencari terlapor di rumahnya, namun tidak ada,” jelas Abusono, Minggu (23/1) kepada Radar Garut.

Kamis (13/1) sekitar pukul 08.00, pihaknya menerima informasi dari warga yang menyatakan bahwa terlapor tengah berada di rumah kontrakannya. “Saya bersama unit reskrim dan Bhabinkamtibmas juga Babinsa langsung menuju lokasi yang disebut dan langsung mengamankan pelaku AN,” katanya.

Saat pelaku diamankan, diungkapkan Abusono, dari dalam rumah kontrakan pihaknya menemukan dua bilah senjata tajam jenis golok dan tiga anak kunci astag leter T didalam sebuah tas kecil. Pelaku pun saat itu beserta barang yang ditemukan langsung dibawa ke Polsek Pasirwangi untuk diamankan dan diperiksa lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, AN mengaku telah menganiaya HI dengan cara membacok menggunakan golok di muka kiri korban. Aksi tersebut dilakukan AN karena pelaku merasa tidak nyaman atas perilaku korban HI.

“Korban, berdasarkan keterangan pelaku, pernah datang kerumah pelaku menyatakan cinta dan sayang kepada istri pelaku. Korban juga meminta untuk menceraikan pelaku dan mengaku sanggup membiayai anaknya. Hal lainnya, pelaku juga pernah menggadaikan motor kepada pelaku, namun saat akan ditebus korban tidak mengijinkan,” ungkapnya.

Adapun terkait tiga anak kunci astag leter T yang ditemukan di dalam rumah kontrakan pelaku, EN mengaku bahwa itu pernah digunakan untuk melakukan pencurian sepeda motor. Aksi pencurian itu ia lakukan di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Kasus ini, baik yang penganiayaan maupun pencurian motor ditindaklanjuti oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Garut,” tutup Abusono. (jem/wsm)

Pos terkait