La Nina Diprediksi Berlangsung Dua Bulan

Musim hujan di Kabupaten OKU diprediksi mencapai puncak pada Maret mendatang. Namun untuk La Lina yang menjadi penyebab curah tinggi diprediksi BMKG dimulai pada April mendatang dan melemah pada Juni. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

BATURAJA TIMUR – Intensitas hujan beberapa hari belakangan mulai turun. Padahal di beberapa kecamatan di Kabupaten OKU hujan ringan masih terjadi. Namun, bukan berarti musim hujan akan segera berakhir. Menurut prakiraan cuaca BMKG, hujan masih akan turun hingga beberapa bulan mendatang.

“Puncaknya Desember hingga Maret nanti,” ujar Kepala BPBD OKU, Amzar Kristopa melalui Manajer Pusdalops, Gunalfi, kemarin (17/1). Untuk itu, masyarakat masih diminta agar meningkatkan kewaspadaan. Tujuannya, jika terjadi hujan ekstrim, dapat menekan jumlah korban dan harta benda.

Bacaan Lainnya

“Ada 11 kecamatan yang rentan banjir. Kecuali Sinar Peninjauan dan Lubuk Raja. Untuk warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) harus lebih waspada terhadap banjir kiriman dari ulu sungai,” ungkapnya.

Kendati curah hujan rendah, namun dampak La Nina diprediksi oleh BMKG akan melemah pada Juni mendatang. La Nina diprediksi akan dimulai pada April nanti. Artinya BMKG memprediksi La Nina di Indonesia akan berlangsung selama dua bulan.

“La Nina adalah fenomena alam penyebab udara lebih dingin dan curah hujan lebih tinggi. Ini kebalikan dari El nino di musim kemarau,” ulasnya. Untuk suhu udara, dikatakan Gunalfi, di masa La Nina masih normal. Namun berpengaruh pada curah hujan di Kabupaten OKU. “Kalau suhu masih normal, tidak ekstrim. Tapi, hanya curah hujan yang agak meningkat. Tapi tidak rata. Hanya sebagian wilayah Kabupaten OKU,” tandasnya. (stf)

Pos terkait