Hampir Satu Bulan Gelap, Listrik Disnaker Menyala Kembali

Foto: Ilustrasi. (*)

PRABUMULIH – Setelah hampir satu bulan listrik Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) diputus PLN, karena dugaan penyambungan ilegal. Nah, setelah proses mediasi melalui Kejaksaan Negeri (Kejari), akhirnya listrik Disnaker dipasang kembali petugas PLN pada Jumat (21/1/2022) sore.

Sehingga, aktivitas kantor dan bengkel tanpa adanya listrik sebelumnya kini kembali ada listrik dan tidak terganggu dan tidak gelap-gelapan lagi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker), Ir Bambang Sukaton menjelaskan, usulan Disnaker ke PLN disetujui Manager Wilayah Sumbagsel. Namun sebelum disambung Disnaker diwajibkan membayar komitmen DP sebesar Rp 1,7 juta.

“Alhamdulillah, setelah proses panjang akhirnya listrik Disnaker kembali hidup. Dan, aktivitas perkantoran dan bengkel membutuhkan listrik kembali berjalan normal. Pemasangan dilakukan Jumat sore,” ujar Bambang, akhir minggu ini kepada Prabumulih Pos.

Pihaknya berterima kasih kepada Kejari telah memediasi. Lalu, PLN telah memenuhi permintaannya menyambung listrik kembali. “Kita bayar komitmen DP sebesar Rp 1,7 juta, dan pembayaran denda dilakukan Oktober setelah penganggaran di ABT nantinya,” tukasnya.

Sementara itu, Manager PLN ULP Prabumulih, Kharisma Angkasa Raya melalui Supervisor Transaksi Energi (TE), Basri menjelaskan, penyambungan listrik di Disnaker setelah adanya persetujuan dari Kantor Wilayah PLN Sumbagsel.

“Sebelum itu, komitme DP sesuai hasil mediasi. Dan, juga penandatanganan Surat Pengakuan Hutang (SPH) dilakukan. Lalu, penundaan bayar denda Rp 285 juta hingga Oktober juga nantinya harus ditepati. Karena, terbentur penganggar anggaran melalui ABT,” sebut Basri.

Selain itu, jelasnya kejadian ini jangan sampai terjadi lagi, penyambungan listrik secara ilegal. Karena, akan merugikan Disnaker dan juga PLN. “Kita imbau sambung jaringan PLN di jaringan resmi. Bukan ilegal, sehingga tidak kena denda,” tutupnya. (03)

Pos terkait