Enam Hari, Lomba Kesenian Tradisional Ditutup

Foto bersama seusai penutupan lomba kesenian tradisional di desa Pusar. Lomba yang berlangsung selama enam hari itu bertujuan mengenalkan kesenian Islam kepada generasi muda sekaligus melestarikan kesenian lokal. Foto: Ist. (*)

BATURAJA BARAT – Lomba kesenian tradisional di desa Pusar, kecamatan Baturaja Barat, berakhir pada 8 Januari lalu. Lomba yang diselenggarakan pemerintah desa Pusar di pelataran kantor desa berlangsung selama enam hari (3 – 8 Januari).

Dalam lomba kesenian bernafas Islam itu, panitia menyebut beberapa jenis kesenian. Yakni, hadrah, burdah, rebana, dan syarofal anam. “Pesertanya 30 tim. Utusan dari 13 kecamatan di Kabupaten OKU,” ujar Ketua Pelaksana, Arnold Darminsyah.

Bacaan Lainnya

Jalannya lomba, sambung dia, berlangsung sengit. Pasalnya, setiap peserta menunjukkan kemampuan maksimal. Tak pelak, juri dibuat bingung. “Seluruh peserta lomba tradisional tersebut semuanya bagus dan membuat bangga,” ungkapnya.

Lomba kesenian, jelas Arnold, untuk mengenalkan kembali budaya Islam. Karena, sambung dia, saat ini sudah banyak sekali anak muda yang sudah berpaling dari budaya tradisional tersebut. “Supaya kesenian terjaga kelestariannya, dan tidak terpengaruh budaya global,” lanjutnya.

Pihaknya tak lupa sangat berterima kasih kepada para donatur yang mendukung acara tersebut. Perlombaan menyiapkan penghargaan untuk juara kelompok pria, juara kelompok wanita, terfavorit pria dan terfavorit wanita.

“Terimakasih untuk para sponsor yang mendukung terselenggaranya acara ini,” tandasnya.

Penutupan dihadiri Kades Pusar Zainudin; Wakil Ketua DPRD OKU Yudi Purna Nugraha, Erlan Abidin, Ledi Patra dan Densi Hermanto. Terlihat pula Babinsa, Camat Baturaja Barat Heryamin serta BPD Pusar. (stf)

Pos terkait