Dituding Potong Dana PIP, Kepsek : Itu tidak benar, dananya kita serahkan utuh

PERNYATAAN : Para wali siswa yang hadir dan memberikan pernyataan bahwa tak ada potongan dana PIP di SD Negeri 130 OKU. Foto : herli yansah/okes.co.id


PERNYATAAN : Para wali siswa yang hadir dan memberikan pernyataan bahwa tak ada potongan dana PIP di SD Negeri 130 OKU. Foto : herli yansah/okes.co.id

OKES.CO.ID, OKU – Kepala SD Negeri 130 OKU, Sariah SPd, SD, membantah informasi disalah satu media bahwa dirinya diduga melakukan pemotongan Dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Pernyataan tersebut disampaikan Sariah saat menggelar rapat koordinasi bersama para wali siswa dan Ketua Komite SD Negeri 130 OKU, Kamis, (25/11), di Desa Sumber Bahagia, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU.

Diungkapkan Sariah, 20 November 2021 lalu dirinya dituding memotong Dana (PIP) oleh salah satu media di Kabupaten OKU. “Berita itu sama sekali tidak benar,” tegas Sariah kepada portal ini.

Ditegaskan Sariah, pihak sekolah ataupun dirinya tak pernah melakukan potongan terhadap dana PIP yang menjadi hak dari siswa.

“Pada berita itu, disebutkan bahwa pada tahun 2020 siswa saya mendapat PIP sebesar Rp 450.000 dan saya dituduh memotong uang PIP tahun 2020 itu sebesar Rp 50.000 per siswa. Padahal pada tahun 2020 itu siswa yang mendapat PIP hanya berjumlah 35 siswa dengan besaran 225.000 per siswa, dan itu kita serahkan utuh,” ungkap Sariah.

Kemudian di tahun 2021, lanjutnya, 77 siswanya mendapat dana PIP dengan besaran Rp 450.000 per siswa. Jumlah itu, kata dia, utuh diberikan kepada siswa.

“Jumlah yang kita berikan utuh, dan dibuktikan dengan tanda terimanya,” lanjutnya.

Diungkapkan Sariah, pada waktu rapat komite pertama, pihaknya telah menyampaikan bahwa wali siswa agar mencairkan dana PIP ini secara mandiri. Namun para wali siswa keberatan lantaran tak bisa meninggalkan kesibukan sehari – hari sebagai petani. “Wali siswa tetap meminta kita yang membantu mencairkan ke bank,” ungkap Sariah.

Hal senada dikatakan Ketua Komite SD Negeri 130 OKU, Sagiman. Ditegaskannya, bahwa tidak ada potongan terhadap dana PIP.

“Saya pada waktu itu menjadi moderator pada rapat pertama. Kami (wali murid) sepakat bahwa untuk mencairkan dana PIP ini kita minta bantuan Kepala Sekolah ketimbang kita sendiri yang ke Baturaja,” ucap Sagiman.

Rapat koordinasi itu ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan dari seluruh wali siswa yang mendapat dana PIP yang menyatakan bahwa di SD Negeri 130 tak ada pemotongan dana PIP yang dilakukan pihak SD Negeri 130 OKU. (lee)