Cat Mengelupas, Jembatan Ogan I Dikritik

Cat jembatan Ogan I dikritik warga lokal yang selama ini hidup di tanah rantau Kota Bandung. Pasalnya cat jembatan banyak rusak akibat faktor alam. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKES.SUMEKS.CO, OKU – Cat jembatan Ogan I dikritik warga. Pasalnya, jembatan tua di Kabupaten OKU yang dinilai sebagai ikon Kota Baturaja itu terkelupas di banyak bagian.

“Sudah berapa lama tidak dicat? Masak kurang perawatan? OKU salah satu kabupaten tua loh di Sumsel,” ujar Deni, warga Kecamatan Baturaja Barat yang belum lama ini mudik dari Bandung.

Bacaan Lainnya

Empat tahun dirinya tak menginjakkan kaki ke kampung halaman. Menurut dia banyak perubahan di pusat kota. Beberapa taman kecil menjadi soroton positifnya.

“Bagus ya, karena banyak taman di kota. Hampir mirip-mirip kota Bandung. Untuk bersantai tidak harus jauh keluar kota. Karena di dalam kota sudah banyak,” sebutnya.

Dirinya menyarankan, agar Jembatan Ogan 1 selain dicat ulang, lampu hias yang lengkap memberi warna, harus dikembalikan lagi. Supaya para pedatang bisa mengulang berkunjung.

“Memang harus maksimal penataannya. Suasana malam harus dipercantik, supaya pendatang maupun warga lokal betah. Sehingga masyarakat akan berpikir kreatif untuk tempat tinggalnya,” pesannya.

Sementara itu, Maulana, pemudik asal Kota Lampung justru fokus pada wisata di Kabupaten OKU. Dirinya menilai Gua Putri yang legendaris itu, terkesan minim perawatan.

“Terakhir ke Gua Putri waktu mudik lebaran 2018. Lebaran 2022 main ke sana, kondisinya masih sama (rusak),” keluhnya.

Sebenarnya, Gua yang sarat sejarah itu cukup indah. Apalagi riwayat Gua Putri pernah dibuat film. Tentunya masyarakat ingin napak tilas ke lokasi pembuatan film yang bernilai sejarah lokal.

“Istri saya banyak tanya saat di dalam gua. Yang dia lihat di film, ditanyakan saat di dalam gua. Sebisanya saya jawab,” ungkapnya.

Gua Putri, saran dia, harus dikembalikan suasananya seperti tahun 2015 ke bawah. Karena saat itu suasana Gua benar-benar memanjakan wisatawan yang datang.

“Harus dibagusi lagi. Sudah saatnya wisata OKU bangkit. Masak kalah sama Danau Ranau,” tandasnya. (stf)

Pos terkait