Bupati Pantau Vaksinasi Pelajar

VAKSIN: Bupati dan Ketua TP PKK saat menyaksikan putrinya disuntik vaksin bersama pelajar lainnya di SDN 20 Martapura, Selasa (11/1), FOTO: INDRA/OKUTIMURPOS. (*)

MARTAPURA – Bupati OKU Timur H Lanosin ST bersama Ketua TP PKK Dr Hj Sheila Noberta SpAMKes memantau vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun atau pelajar. Vaksinasi massal untuk pelajar ini berlangsung di SDN 20 Martapura.

Bupati OKU Timur H Lanosin ST mengajak semua orang tua dan pelajar untuk tidak takut mengikuti vaksinasi Covid 19. Vaksinasi ini agar terhindar dari wabah pandemi dan meningkatkan imunitas tubuh.

“Kesehatan menjadi hal yang utama bagi kita saat ini, sebab tanpa sehat kita tidak bisa beraktivitas dengan baik. Karena visi misi OKU Timur maju lebih mulia salah satunya membawa semua masyarakat OKU Timur hidup sehat,” ucap Enos sapaan akrab Bupati.

Enos berharap, vaksinasi pelajar ini membuat masyarakat di Bumi Sebiduk Sehaluan bisa tetap sehat dan terhindar dari wabah pandemi Covid 19. “Hari ini anak saya juga ikut divaksin bareng dengan pelajar lainnya. Ini membuktikan bahwa vaksin ini sangat penting bagi kesehatan kitasemua. Jadi untuk pelajar lainnya jangan takut divaksin,” ajak Enos.

Sementara, Kadinkes OKU Timur Zaenal Abidin SSIT Mkes mengatakan, vaksinasi pelajar ini sudah berjalan selama empat hari. Bahkan di hari keempat kemarin vaksinasi sudah mencapai 100 sekolah atau 12 persen.

“Hari ini (kemarin) ada 210 siswa di SDN 20 Martapura yang divaksin. Harapan kita vaksinasi di Kabupaten OKU Timur bisa berjalan lancar dan tercapai sesuai target. Sehingga kita bisa menjadi daerah zero Covid 19,” katanya.

Terpisah, Kepala SDN 20 Martapura Aguscik SPd SD bersyukur, pelajar sangat antusias mengikuti vaksinasi. “Bahkan semua wali siswa dan orang tua juga sangat mendukung,” terang Aguscik.

Aguscik menambahkan, untuk pembelajaran, SDN 20 Martapura sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh. Hal ini karena kondisi Kabupaten OKU Timur sudah berada di zona hijau penyebaran Covid 19. “Meski demikian saat PTM kita tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” pungkasnya. (inz)