Bangunan Pustu Tak Layak Huni, Petugas Medis Gotong Royong Pindah Kantor

Kondisi atap bangunan Pustu yang sudah ambruk. Foto : herli yansah/okes.co.id

okes.co.id, OKU – Lantaran tidak nyaman apalagi untuk ditempati, gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sumber Bahagia, Kecamatan Lubuk Batang kini resmi ditinggalkan dan tak difungsikan lagi.

Lantaran para petugas medis yang bertugas di Pustu tersebut sudah tak nyaman dengan kondisi gedung yang sudah uzur dan membahayakan keselamatan.

Rabu, (13/10) para petugas medis dibantu perangkat Desa Sumber Bahagia beramai – ramai mengangkut seluruh perlengkapan yang ada di dalam Pustu untuk dipindahkan ke balai desa yang akan dipergunakan untuk tempat pelayanan kesehatan sementara.

Saat dibincangi portal ini, Kepala Puskesmas Lubuk Batang, Zul Safari SKM, mengungkapkan, bangunan Pustu tersebut memang sudah berusia tua. Menurutnya, sejak dibangun Pustu tersebut hingga kini belum pernah direhab.

“Kalau rehab badan bangunan belum pernah. Hanya ada rehab pagar. Namun untuk saat ini direhab pun percuma. Itu harus dibangun baru,” ungkap Zul Safari.

Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, lanjut Zul, pelayanan kesehatan terpaksa dipindahkan sementara waktu ke balai desa. Zul mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sumber Bahagia untuk meminjam Balai Desa dijadikan pusat pelayanan kesehatan di desa.

“Sangat berbahaya jika dipaksakan melayani di Pustu itu. Sebab sebagian bangunan atap nya sudah runtuh. Dikhawatirkan sewaktu – waktu akan menimpa bagi orang yang berada di bawahnya. Belum lagi ketika hujan, bangunan itu sudah bocor semua dan membuat semua berkas basah,” lanjutnya.

Para petugas medis dibantu perangkat desa memindahkan barang ke balai desa

Sementara itu, Kades Sumber Bahagia, Jatmiko mengaku sudah berulang kali mengusulkan pembangunan yang baru kepada Pemerintah Kabupaten OKU. Namun hingga di tahun 2021 bangunan tersebut tak kunjung di bangun, bahkan kian memprihatinkan.

“Setiap tahun selalu kita usulkan melalui Musrenbang Kecamatan. Bangunan ini selalu kita masukkan di program prioritas, namun sepertinya usulan kita tak pernah digubris,” beber Jatmiko.

Oleh sebab itu, sambung Jatmiko, demi keselamatan petugas medis maupun pasien yang kana berobat, pihaknya mengizinkan pelayanan kesehatan di pindahkan ke balai desa.

“Tadi pihak Puskesmas audah meminta izin ke kita untuk memakai balai desa. Demi keselamatan dan kenyamanan pasien, kita persilahkan. Namun kita berharap hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk bisa mempertimbangkan dan segera membangun Pustu yang baru di desa sumber bahagia ini,” pungkasnya. (lee)