297 CJH Siap Berangkat

Foto: Ilustrasi. (*)

BATURAJA TIMUR – Kasi Haji dan Umrah Kankemenag OKU Abdul Muis Sag mengatakan, sebanyak 297 Calon Jemaah Haji (CJH) OKU sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji  (BPIH). Namun demikian, 15 CJH diantaranya sudah meninggal dunia.

Meski demikian, Muis menuturkan, 15 CJH yang wafat tersebut dapat diganti oleh anggota keluarganya. Hal ini sesuai dengan aturan pemerintah.  

Sementara itu, untuk jadwal pemberangkatan, hingga sampai hari ini, Kankemenag OKU belum mendapatkan informasi. Termasuk kuota CJH yang diijinkan berangkat menunaikan ibadah haji dalam waktu dekat. “Belum ada informasi jumlah CJH yang diperbolehkan berangkat ke Mekah,” terang Muis.

Apalagi, sudah adanya jemaah umrah asal Indonesia yang telah diperbolehkan pemerintahan Arab Saudi ibadah ke tanah suci. Jadi, tegasnya, kemungkinan untuk pemberangkatan jemaah haji ada.

Sementara itu, untuk jumlah CJH yang terdaftar telah diminta untuk vaksin sebanyak dua kali agar bisa berhaji.

Berdasarkan situs haji Kemenag RI, jumlah warga telah mendaftar haji sebanyak 144.980 di Sumatera Selatan. Dari jumlah itu, sebanyak 6.691 diantaranya telah melunasi BPIH.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo diminta melobi Raja Arab Saudi untuk kepastian keberangkatan jemaah haji Indonesia.

Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf menilai, Jokowi memiliki hubungan dekat dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi. Termasuk, kewenangan tertinggi keputusan penyelenggaraan ibadah haji ada di tangan Raja Arab Saudi.

“Saya mengusulkan agar Presiden Jokowi sebaiknya segera datang kesana (Arab Saudi) untuk melakukan negosiasi,” kata politikus PKS tersebut belum lama ini.

Ia melanjutkan, yang diperlukan selain persiapan teknis terkait haji, adalah diplomasi di luar kebiasaan. Pertemuan antara Jokowi dan Raja Salman diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi Jokowi untuk membagikan pengalamannya dalam mengendalikan pandemi di Indonesia.

“Indonesia dianggap sukses dalam mengendalikan pandemi, sehingga hal itu semestinya bisa dijadikan bahan sharing pengalaman Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Arab Saudi,” ucapnya.

Indonesia, sebagai negara dengan penyumbang jemaah haji terbesar sekaligus negara dengan penduduk muslim terbesar, harus dimanfaatkan agar putusan haji lebih rasional. (r15/fin)

Pos terkait