Jantung Babi

Ia pernah diketahui tidak ke dokter ketika waktunya kontrol. Ia juga pernah tidak mengambil obat ketika dokter memberinya serep. Orang yang tidak peduli pada kesehatannya, untuk apa diprioritaskan, sampai mengalahkan orang lain.

Saya ingat masa lalu. Saya pernah bikin peraturan: semua karyawan mendapat tunjangan kesehatan –kecuali yang merokok.

Bacaan Lainnya

David sudah diberi tahu bahwa transplant jantung babi itu kemungkinan gagalnya tinggi. Belum pernah ada orang bisa hidup dengan menggunakan jantung babi. Ups… Pernah. Ada. Tapi hanya bisa hidup dua hari. Di hari kedua, penerima transplant jantung babi itu meninggal. Setidaknya pernah ada.

Yang melakukan transplant ”hidup dua hari” itu Prof Robert Montgomery. Ia ahli bedah jantung. Ia sendiri pernah sakit jantung –parah sekali. Ia menjalani transplant jantung –dari jantung manusia.

Prof Robert terus melakukan penelitian terhadap jantung babi. Lalu mempraktikkannya. Ketika pasiennya meninggal, di hari kedua itu, Prof Robert terus membiarkan jantung babi itu berfungsi.

Itu karena si pasien baru meninggal di tingkat ”meninggal batang otaknya”. Banyak organ lainnya masih berfungsi. Termasuk jantung babi yang ditempatkan di luar tubuh pasien.

Masih ada waktu satu hari lagi untuk mengamati fungsi jantung babi itu. Ternyata masih bekerja secara normal. Sampai akhirnya si pasien benar-benar meninggal –jantung babi itu berhenti.

“Keberhasilan Prof Griffith di Maryland adalah kelanjutan dari apa yang pernah saya lakukan,” ujar Prof Robert.

Kedua peristiwa memang tidak ada hubungannya. Tapi ilmu pengetahuan selalu belajar dari kemajuan yang diperoleh sebelumnya.

Prof Griffith bisa berhasil menjadi yang pertama karena penemuan lain yang dilakukan Prof Mohammad Mohiuddin. Mohiuddin adalah direktur salah satu program di Maryland Medical Center itu.

Ia lulusan Dow Medical Collage, Karachi, Pakistan sebelum pindah ke Amerika. Mohiuddin menemukan teori tentang imunitas yang menjadi krusial di sebuah praktik transplantasi.

Tentu jantung babi yang dipasang di badan David sudah disesuaikan dengan kebutuhan manusia.

Babi yang diambil jantungnya itu adalah babi yang berumur 1 tahun. Berat badannya 240 pound, atau sekitar 120 Kg.

Tentu itu bukan sembarang babi. Itu adalah babi yang sudah dipersiapkan untuk memiliki jantung yang cocok dipasang di badan manusia.

Jantung babi itu dimasukkan dalam box khusus –yang memungkinkan jantung tetap hidup. Jantung itu lantas dimodifikasi. Gen di jantung itu diubah. Empat unsur dalam gen jantung babi dibuang.

Lalu enam unsur dalam gen jantung manusia ditambahkan. Dalam bahasa jurnalisme, gen jantung babi itu telah diedit. Editing gen jantung itu dilakukan oleh sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri di bidang itu.

Kelak, siapa pun yang perlu jantung babi, bisa berhubungan dengan perusahaan tersebut. Semua penelitian memang dibiayai oleh perusahaan. Di situlah babinya diternakkan. Yakni babi yang akan dan sudah diedit gennya. Di situ pula jantung babi dipersiapkan. Lalu dimasukkan box khusus. Siap dikirim ke mana saja: termasuk ke Anda kalau Anda memerlukan.

Pos terkait