12 Kabupaten/Kota Mundur, Ketua PB Sumsel : Itu Walk Out

Foto : ketua PB sumsel saat menggelar konfrensi pers. Foto : herli yansah/okes.co.id


OKES.CO.ID, OKU – Langkah 12 Kabupaten/Kota menarik diri (mundur) dalam Cabang Olahraga Bulutangkis ajang Porprov Sumsel ke XIII, tak dianggap Panitia Besar (PB) Porprov Sumsel sebagai penggugur pertandingan Bulutangkis meskipun secara syarat untuk tetap melanjutkan pertandingan, minimal harus diikuti 6 Kabupaten/Kota.

Mundurnya 12 Kabupaten/Kota ini lantaran adanya pemain bayaran luar Sumsel yang membela 3 Kabupaten/Kota.

Ketua PB Porprov Sumsel, Ir Suparman Romans saat menggelar konfrensi pers Selasa malam (24/11). Dihadapan awak media dirinya mengatakan, PB Porprov menganggap upaya 12 Kabupaten/Kota menarik diri dari pertandingan adalah sebagai langkah Walk Out (WO). Sehingga meski hanya ada 4 kabupaten tersisa yang bersedia mengikuti pertandingan, pertandingan tetap dianggap sah.

“Ini persepsi kami PB Porprov. Mungkin menurut 12 Kabupaten/Kota, langkah mereka akan menggugurkan pertandingan, namun bagi kami ini adalah upaya Walk Out (WO),” kata Suparman.

Dilanjutkannya, upaya mediasi sebetulnya telah diupayakan sedemikian rupa agar 12 Kabupaten/Kota bisa menerima. Namun hingga Selasa sore kata sepakat tetap menemui jalan buntu. .

“Esensi tuntutan ke 12 Kabupaten/Kota ini adalah keragu – raguan mengenai identitas atlet yang hanya dimanfaatkan oleh Kabupaten/Kota demi kepentingan sesaat. Makanya kita panggil 3 kabupaten yang diprotes yakni Kabupaten OKU, OKU Selatan dan Kota Palembang. Kemudian kita minta fakta integritas atlet untuk tetap membela propinsi Sumsel bukan hanya di ajang Porprov namun juga di Porwil, Kejurnas, pra PON sampai dengan PON. dan mereka bersedia. Nah, bagi kami ini adalah bukti otentik yang jelas dan kami berikan penjelasan ini kepada 12 Kabupaten/Kota, namun mereka tetap tidak terima,” lanjutnya.

Oleh karenanya PB Sumsel melakukan rapat intern untuk menentukan sikap sebagai pelaksana Porprov. Dari rapat tersebut, kata Suparman PB Porprov memutuskan beberapa hal terkait permasalahan tersebut.

Keputusan itu di antaranya

  1. Kami menghormati keputusan 12 kabupaten kota yang menarik diri dari pertandingan bulutangkis ajang Porprov ke XIII sumsel.
  2. Kami juga menghargai dan mengapresiasi upaya dan kerja keras ketua pelaksana yang telah melakukan mediasi, konsultasi, dan mempertimbangkan dengan penuh kebijaksanaan dalam mencari solusi atas permasalahan yang telah terjadi.
  3. Kami PB Porprov Sumsel harus menjaga Marwah dan kewibawaan PB Porprov ke XIII thaun 2021.
  4. Ada Yurisprudensi terhadap kasus yang sama yakni terjadi dead lock yang pernah terjadi pada Porprov ke X di lubuk Linggau. Kala itu PB Porprov juga mengambil keputusan.
  5. Atas dasar pertimbangan serta Yurisprudensi maka kami memutuskan bahwa Ki menetapkan juara bersama untuk 4 daerah yang tetap setia dan bersedia untuk tetap melanjutkan pertandingan. Dan penetapan juara bersama ini hanya untuk 2 nomor yakni nomor beregu putra dan beregu putri tanpa harus melakukan pertandingan.
    6.Meminta kepada Pengprov PBSI untuk melaksanakan eksibisi sekaligus ajang bagi KONI Sumsel untuk melakukan seleksi awal atlet bulutangkis yang nanti nya Kana di rekrut dalam pembinaan lanjutan.

“Inilah keputusan kami PB Porprov, dan hal ini tentu setelah melalui pertimbangan yang matang,” pungkasnya.(lee)